Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Untuk Apa dan Siapa Anda Menulis Artikel Blog?

Background 

Hobi seorang blogger, sekaligus pengguna internet, adalah surfing, browsing, membaca artikel-artikel blog, mengambil manfaat, mengetahui hal baru, dan menyerap ilmu yang ada di dalam artikel-artikel tersebut. Sebagai blogger, saya memahami betul bahwa menulis bukanlah pekerjaan sambil lalu, sehingga menilai sebuah artikel/konten blog secara strictly sepertinya bukanlah hal yang bisa dilakukan semena-mena.

Tapi sebagai pembaca umum, layaknya seluruh pengguna internet di dunia ini, kadang saya merasa agak jengah apabila membaca artikel yang penuh dengan keyword-keyword tidak jelas atau isinya membingungkan, bahkan kadang tidak bisa mengambil intisari apapun.

Untuk Siapa atau... Apa?

Tidak diragukan lagi bahwa menulis artikel (konten) blog adalah pekerjaan besar. Tidak perlu menjadi seseorang yang jenius untuk mengetahui hal ini. Setiap hari, ribuan artikel blog baru diterbitkan dan dirilis ke dunia internet, demikian pula dengan pemunculan blog-blog baru yang kian hari kian berjejal. Sebagian memberikan kesan dan menarik perhatian, sebagian lainnya kehilangan atau tidak punya intensi sama sekali. Konten tersebut tidak ditulis untuk orang yang tepat. Hah? Bagaimana bisa? Maksud saya, konten tersebut tidak ditulis untuk orang-orang sebagaimana yang ditargetkan oleh judul dan isi  konten itu.

Untuk lebih memperjelas, artikel blog setidaknya memiliki 3 pilihan target:
1. Pembaca
2. Google
3. Penulis blog sendiri

Yang pertama sudah jelas.Yang kedua, sudah jelas pula jika si Blogger sudah berkenalan dengan dunia SEO blog, dan terutama mentarget Google. Yang ketiga? Maksudnya gimana tuh, om? Mungkin agak tidak masuk akal,  tapi motivasi untuk poin ketiga ini sangat jelas, dan dapat dibaca dari artikel yang ditulis. Saya akan membahasnya belakangan.

Faktor Readability dan Tujuan Penulisan

Readability bisa diartikan sebagai kemampuan sebuah tulisan untuk bisa dibaca dan dicerna dengan baik oleh pembaca. Kaitannya adalah dengan kenyamanan membaca. Faktor-faktornya ditentukan pada susunan tulisan, seperti, misalnya, font yang dipilih, panjang pendek paragraf, diksi atau pilihan kata, penggunaan heading untuk memilah, komposisi, struktur, dan lain sebagainya; serta kualitas isi konten/artikel. Hal ini menjadi prasyarat untuk bisa membuat artikel (blog) yang menarik dan dapat dibaca dengan nyaman. 

Tujuan penulisan berpengaruh besar pada penggunaan faktor-faktor tersebut. Jika anda membuat artikel untuk pembaca, tentu akan sangat mawas dengan format tulisan dan kualitas artikel yang anda buat:  Apakah sudah enak dibaca? Apakah isinya sudah pantas disuguhkan? Sayangnya, saya banyak menemui artikel blog dengan struktur yang ala kadarnya, karena tidak lain tujuannya adalah sekedar untuk Google. Google adalah mesin, yang tidak memperhatikan kenyamanan, hanya membaca tag-tag dan isi teks tanpa memperhatikan faktor-faktor lainnya. Tidak jarang, artikel-artikel demikian cuma berisi keyword-keyword yang dipaksakan dan ditumpuk sebanyak-banyaknya agar Google mengetahui penekanannya. Istilah jawanya, "mekso banget...".

Dalam hasil pencarian, beberapa artikel tampak wah, menakjubkan, ditandai dengan judul yang bombastis, "5 Tips Praktis Menjadi Blogger Profesional", "10 Cara Menakjubkan Meraup Dollar dari Internet, Terbukti!", dan sejenisnya. Setelah pengunjung klik dan masuk pada halaman yang dimaksud, isinya kosong melompong. Hanya berisi keyword-keyword, beberapa baris kalimat, serta tidak ada pembahasan atau solusi yang jelas.

Menghindari Penulisan Artikel Spam

Google sudah menegaskan berkali-kali bahwa sebuah konten web harus memiliki penekanan nilai (valuable content) untuk pembaca. Alih-alih, konten atau artikel yang hanya ditujukan pada Google (spam content) berbahaya bagi usaha SEO yang dilakukan karena Google menganggapnya merugikan pembaca dan mengotori hasil pencarian. Tugas Algoritma Google Panda ada di wilayah ini

Cara untuk menghindari cap spam oleh Google sederhana sekali: pikirkan pembaca. Memberikan penekanan pada kepentingan pembaca akan menghindarkan anda dari upaya-upaya spamming. Ketika hendak menyisipkan keyword, misalnya, pikirkan apakah pembaca akan merasa bingung, tidak nyaman, dibuat berputar-putar? Jika tidak memungkinkan menyisipkan keyword secara natural, urungkan.

Menurut hemat saya, artikel yang ditulis secara natural akan menghadirkan rangkaian-rangkaian keyword dengan sendirinya, sehingga, bagi saya pribadi, saya lebih suka untuk tidak berpikir tentang menyisipkan keyword sama sekali. Namun demikian, apabila anda merasa masih ada kebutuhan untuk itu, berikan perkiraan persentase. Jika harus disampaikan dalam bentuk proporsi angka, yah.. kira-kira berikan sekitar 70% untuk pembaca dan 30% untuk Google.

Semua Tentang Saya

Seperti yang disinggung sedikit di atas, ada satu lagi tujuan penulisan artikel blog: untuk penulis artikel blog itu sendiri. Yang saya maksud adalah si blogger terlalu banyak memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan kebutuhan pembaca. Ada 2 konteks:

1. Terlalu banyak berbicara tentang diri sendiri, yang seharusnya cukup dia simpan sendiri. Kecuali blog-blog yang benar-benar bersifat pribadi. Istilah inipun juga rancu karena sebenarnya tidak ada blog yang benar-benar pribadi (kecuali di-setting untuk hanya bisa dibaca diri sendiri, yah semacam diary lah he..he..).  Ingat, blog bukan Facebook. 

Ini jauh berbeda dengan konteks menyampaikan sebuah pengalaman yang dapat diambil intisari, solusi, dan pelajarannya bagi kepentingan atau masalah orang lain, atau yang memiliki unsur hiburan. Konsep yang diusung adalah cerita, ada pemilihan topik yang disadari betul oleh penulisnya. Ada beberapa cerita pribadi yang sangat menarik, menghibur, memberikan pengalaman, pelajaran, seperti misalnya artikel-artikel di salah satu blog favorit saya, blog mbak Dewi Fatma, atau salah satu blog yang cukup terkenal, Raditya Dika. Meskipun tampak sebagai cerita sehari-hari dan personal, tapi tidak bisa dilepaskan dari unsur kepenulisan naskah cerita: pemilihan topik, konsep, dan seterusnya.

Pengcualiannya, ini sah jika anda memang benar-benar membuat blog untuk berkomunikasi, bercerita, dan berkeluh kesah dengan teman lainnya. Jangankan pembaca umum, SEO pun tidak diperlukan. Tapi jika anda membuat judul-judul yang bersifat umum, maka bertanggungjawablah secara keseluruhan terhadap pembaca umum.

2. Terlalu banyak mengumbar informasi pribadi yang tidak perlu, misalnya tentang keahlian-keahlian teknis dan tingkat pengetahuan anda pada suatu topik yang dibicarakan. Ini tidak perlu. Gunakan "saya" sebagai subyek dalam artikel, tapi bukan "tentang saya". 

Biarlah pembaca sendiri yang membuat kesimpulan tentang keahlian anda melalui tulisan-tulisan anda tanpa harus mendapatkan penjelasan tentang keahlian dan bidang apa yang anda kerjakan di dalam artikel.

Jika memang diperlukan sediakan ruang, halaman "tentang saya" atau "about me", atau website/blog khusus yang memberikan penjelasan tentang keahlian anda dan atau jasa yang ditawarkan. Pembaca yang penasaran pasti akan mencari informasi tentang anda. Jika informasi tersebut disampaikan di dalam konten/artikel, pembaca akan merasa terlalu dijejali informasi tentang anda, anda, dan anda. Mereka datang untuk mencari informasi, wacana, tawaran, solusi, atau hiburan; bukan informasi tentang anda.

Kesimpulan

Apabila diramu dengan tepat, konten blog adalah media yang ampuh untuk membangun keterlibatan diri  anda dengan pengunjung. Memikirkan pembaca dan meramu konten dengan baik akan membantu anda membangun otoritas pada niche yang diusung. Namun demikian, tidak sedikit blogger yang memiliki motivasi menulis hanya untuk Google atau dirinya sendiri. Jika ini terjadi, maka kemungkinan besar pengunjung tidak akan datang untuk kedua kalinya dan seterusnya. Konten berkualitas dan ditujukan untuk membantu pembaca akan memiliki kesempatan besar untuk dibagi, dijadikan referensi, dan membuat pengunjung  menanti-nanti konten anda berikutnya.

Yah, have a nice blogging and keep up the good work, as always. :)

© Copyright 2013 - 'til drop. buka-rahasia.blogspot.com

7 Tips Efektif Untuk Tetap Fokus Saat Menulis Artikel Blog

Fokus Menulis Artikel Blog
Blogging, bagaimanapun, meski hanya sebagai hobi ataupun profesi yang ditekuni dengan serius, membutuhkan fokus tinggi untuk memastikan berbagai hal seperti misalnya kualitas konten, traffic, dan bahkan  upaya meningkatkan pendapatan. Akan tetapi, dalam perjalanan memastikan semua pekerjaan tersebut berjalan lancar, ada saja "halangan" yang ditemui, dan kebanyakan adalah konteks sosialisasi diri dimana kini kita semua telah menjadi netizen yang begitu lazim berurusan dengan social media, mulai dari SMS yang sering masuk, Facebook, Twitter, dsb hingga ibu yang marah-marah karena anda belum mencuci piring sehabis makan! Haha, yang terakhir cuma becanda aja. :p

Tentu saja, hal utama dalam Blogging adalah menulis (to blog), dan sudah pasti menulis membutuhkan komitmen dan fokus yang sangat tinggi. Tahu tidak, apa rahasia yang dibutuhkan oleh artikel yang sobat posting di blog? Hanya ada dua! Yang pertama adalah konsep mengenai bagaimana artikel sobat bisa menarik traffic, dan yang kedua adalah.... Konsentrasi! Yang terakhir ini bukan main-main efeknya. Meski dipandang sepele, tapi konsentrasi menentukan hasil akhir. Semakin sobat fokus, semakin "Joss" artikel yang dibuat.

Salah satu alasan saya menulis artikel ini tentunya adalah berdasarkan pengalaman saya pribadi. Ternyata eh ternyata, betapa susahnya menjaga fokus dan konsentrasi itu. Adaaaa saja "halangannya". Ada ratusan, bahkan ribuan hal yang dapat memecah konsentrasi saat menulis. Ujung-ujungnya: penundaan dan pembatalan menulis artikel posting menjadi konsekuensi yang menyebalkan. Akhirnya saya harus menyusun siasat demi siasat untuk segera "menghancurkan" halangan-halangan itu. Dan tahu tidak? Halangan-halangan itu sebenarnya adalah hal sepele, namun saking kita anggap sepelenya, kita jarang memperhatikan dan mengaturnya sedemikian rupa. Selain sebagai sebuah tips ringan, posting ini juga saya tulis sebagai penyegar setelah kita berkutat dengan kode demi kode yang kadang bikin mata burem dan kepala nyot-nyotan. Benar tidak sih faktor-faktor berikut ini menjadi penghalang? Dan sekaligus berikut tips-tips yang saya rangkum dalam 7 poin. Here we go!

1. Set Mobile Phone dalam kondisi silent!

Tentu ini bukan hal baru, mematikan nada dering telepon adalah etika tidak tertulis ketika anda sedang kuliah, mengajar, belajar, rapat, dan bahkan saat sholat Jum'at! Telah terbukti bahwa nada dering telepon/sms dapat membuyarkan konsentrasi, tidak hanya pemiliknya sendiri, tapi juga semua orang yang mendengarnya. Nah betapa etisnya juga jika sobat menerapkan hal yang sama ketika menulis blog. Jika menulis blog adalah sebuah kebutuhan dan pekerjaan, maka sudah barang tentu mematikan nada dering HP adalah salah satu etika pribadi. Bahkan bagi saya pribadi, mematikan nada dering saja tidak cukup, suara getarnya "Zeeebbb.....Zzzzeeeebbb...." cukup menggangu telinga dan fokus juga. Apalagi jika menulis pas tengah malam, hmmmppfff... kadang bikin kuduk juga merinding! (Apa hubungannya??!!!)

Bertanggungjawab terhadap suara panggilan telepon atau SMS memang penting, tapi sobat harus bisa membuat komitmen pribadi untuk bisa menentukan prioritas mana yang lebih penting. Misalnya, jika melakukan cek SMS adalah prioritas kedua, maka selesaikan dulu menulis blog. Menulis adalah pekerjaan yang sangat penting jika sobat mengaku sebagai blogger.

2. Boikot Social Media!

Tuing! Tiba-tiba angka notifikasi Facebook nongol di tab window Facebook yang masih terbuka. Mau tidak mau, ketika menulis artikel blog, notifikasi itu terlihat juga. Otomatis fokus menjadi terpecah. Lalu, di antara keinginan untuk melanjutkan proses menulis atau menengok notifikasi itu pun menjadi perang batin... "Hmmmm... jangan-jangan 'si dia' habis komen di statusku, ya? Duh, penasaran...." Setelah itu, aktivitas  menulis blog seketika berubah menjadi menulis puluhan komen berturut-turut.... Selesai sudah. Batal, or at least.. ditunda. Besok ah...

Saya sendiri sering menjadi "korban" social media seperti contoh di atas. Aktivitas sepele seperti saling berkomentar di Facebook, tweet, retweet, dll ternyata memakan waktu yang banyak, dan, yang paling esensial, mampu merusak fokus, konsentrasi dan bahkan mood. Jika sobat sudah membuat komitmen dan target untuk menerbitkan posting pada jam tertentu, maka semua bisa buyar gara-gara hal tersebut. Selain itu, kualitas artikel tidak akan sama lagi karena ide atau gagasan bisa lenyap atau berubah seketika jika ada gangguan fokus. So, boikot social media ketika menulis posting!! kalo perlu sekalian demo aja! (Kidding...).

Tab-tab dalam window browser masing-masing adalah dunia yang berbeda bagi sobat. Pastikan window atau tab yang terbuka berkaitan dengan urusan menulis posting, misalnya post editor, Google, halaman yang kita jadikan referensi, dan sejenisnya. Selain itu, tutup!

3. Hindari Mengecek Email!

Email sebenarnya bukan alat komunikasi instan dan live. Artinya, kita bisa membuka atau mengecek email ketika kita punya waktu yang tepat. Tapi biasanya sebagai blogger, yang tidak pernah terpisah dari dunia online dan internet, melakukan checking email menjadi pekerjaan rutin yang tak mungkin dilewatkan. Dikit-dikit refresh, dikit-dikit refresh.... Apalagi jika pakai aplikasi notifikasi email, hmmm... bakal sibuk tuh mata ngeliatnya. Dan biasanya pula, email menjadi alat komunikasi penting, dimana hubungan antar personal biasanya lebih formal dan mengandung kepentingan tinggi. Ketika buka email, jreeennnggg.. terbaca subjek... "Mau Pasang Iklan".... Langsung saja, tanpa ancang-ancang, membuka email tersebut, menuliskan ketentuan iklan, jenis iklan, biaya iklan, dan seterusnya secara panjang lebar. Bahkan posting yang ditulis tadi baru dapat satu paragraf, eh email yang ditulis sudah mencapai 5 paragraf. Batal lagi nulis postingnya. Hmmmm.... 

4. No Chat, alias No Talking-talking!

Meskipun saya belum pernah melakukannya, tapi saya sering melihat teman kerja saya suka sekali chatting melalui YM di sela-sela waktu kerja. Menjaga komunikasi dengan orang tercinta adalah hal penting, tapi bukan berarti harus pada waktu dimana kita sudah berkomitmen untuk melakukan pekerjaan penting. Sepertinya bukan hal yang bisa dimaklumi jika kita melayani orang yang sedang berada di rumah saja dan mencari hiburan melalui temannya, sedangkan kita sendiri sebenarnya sedang sibuk bekerja dan "mengadu nasib". Kesalahan siapa? Tentu saja kesalahan kita, karena kita memberi peluang kepada dia, sedangkan sebenarnya kita sedang tidak dalam kondisi yang sama. Hubungannya dengan blogging? Jelas, berbicara bukan dalam konteks hal yang sedang dikerjakan, baik melalui teknologi maupun secara langsung adalah hal yang tidak akan mendukung penyelesaian pekerjaan. So, sssstttt... diam dan fokus.

5. Buat Jadwal!

Planning, membuat rencana atau schedule, jadwal, adalah hal yang bagi saya pribadi merupakan hal penting. Meskipun sampai saat ini, menepati "janji" yang dibuat sendiri ini adalah hal yang beratnya minta ampun. "Hidup macam apaaa, jika tidak ada planning... oh..." (agak lebay dikit ah...). Tapi memang benar.... Menentukan jadwal dan jam tertentu pada setiap aktivitas yang kita lakukan akan membuat hidup lebih tertata. Hari ini, jam berapa saya berangkat kuliah? Sampe jam berapa? Main ke tempat pacar, jam? Trus nulis artikel blog jam berapa? Selesai dan diterbitkan jam berapa? Abis itu, mari Facebookaaan.....

6. Bantu Diri Sendiri untuk Tetap "Menyala"!

Merasa penat, pegal, bosan, encok, atau puyeng (asal bukan asam urat) adalah hal biasa ketika kita sedang melakukan pekerjaan yang membutuhkan intensitas tinggi. Nah, sekarang ketika semua hal berbau mobile, tentu sobat bisa membawa pekerjaan kemana-mana. Jika sobat butuh udara segar, bawa laptop ke tepi kali... udara sejuk akan membantu mengembalikan konsentrasi dan mengangkat mood kembali. Pada awal-awal saya melakukan pekerjaan menulis, menghabiskan 2 atau 3 gelas kopi adalah hal penting. Kita kadang butuh penyegar agar menjaga suatu aktivitas berjalan lancar dan efisien, dengan syarat penyegar tersebut tidak memecah konsentrasi kita.

7. Motivasi Diri Sendiri!

Tidak ada seorang pun yang dapat menjadi motivator terbaik saat sobat sedang berurusan dengan pekerjaan yang dikerjakan sendiri. Mario Teguh pun takkan sanggup! Motivator yang tepat adalah diri sendiri. Sobat memilih blogging sebagai sebuah hobi dan bahkan pekerjaan, dan sekarang saat blogging sudah menjadi bagian dari aktivitas sobat, dibutuhkan kekuatan internal untuk terus mendorong sobat menjalani komitmen itu. Katakan pada diri sendiri betapa maha pentingnya blog bagi diri sobat dan orang lain. Saya sangat yakin, satu-satunya semangat yang dimiliki blogger adalah blognya itu sendiri. So, mengapa tidak menghormatinya? Sekali sobat memahami arti penting blog bagi diri sobat, ke-enam poin sebelumnya tidak akan menjadi halangan berarti sama sekali. Dan sekali sobat memahami betapa pentingnya fokus dalam blogging, tidak akan ada satupun yang dapat mengganggu aktivitas ngeblog sobat.

Yup, that's the point! Intinya adalah bagaimana kita dapat menghormati dan melaksanakan komitmen yang sudah dibuat. Mulai cintai blog sobat, dan sobat akan melihat betapa besar efek cinta sobat, baik dalam bentuk traffic yang berlimpah, readership yang tinggi, dan bahkan pendapatan yang meruah. Have a nice blogging, dudes!

© 2012 - 'til drop. buka-rahasia.blogspot.com. All rights reserved.

5 Tahap Perjalanan yang (Mungkin) Dialami Seorang Blogger

proses blogging
Blogging adalah hal yang menyenangkan, bukan? Apalagi jika dirasakan pada saat memulai, menjadi newbie. Wow, menakjubkan! Seperti halnya ketika kita mengikuti suatu organisasi atau ketika tumbuh dari bayi menjadi dewasa. Banyak tahapan yang dilalui. Suka duka, canda tawa, semangat dan putus asa. Pasti sangatlah berkesan. Di dunia blog pun demikian. Secara sadar maupun tidak, banyak proses yang telah dan akan dilalui, atau justru kandas sama sekali.

Apa saja tahapan itu? Mungkin ada sebagian yang dialami dan ada sebagian lain yang tidak dialami ataupun berbeda. Tetapi setidaknya, pasti ada poin-poin penting yang memiliki garis serupa. Tentu saja, tahapan tersebut tidak lepas dari pengalaman saya. Jadi mungkin ada banyak hal yang tidak sama persis. Yah, sekedar kilas balik dan mengenanglah, atau lebih tepatnya introspeksi dan mengingat apa yang dialami dan dipelajari. So, let's start the journey!

Tahap 1. Seorang yang Obsesif dan Bersemangat '45
Seorang bloggger newbie memiliki semangat yang membara. Ketika mulai tahu apa itu blog dan bagaimana dasar ngeblog, antusiasmenya terpantik dan suhu badannya naik (masuk angin kaleee), maksudnya bara api semangat untuk nge-blog sangatlah hebat. Dan pastinya, seorang blogger tahap ini bisa sangat menggila segila mungkin.
Contohnya nih, seorang newbie bisa saja membuat posting hingga 5 posting per hari! Ngebut abis! Bahkan ada juga yang bisa sampai 20 posting per hari. Hebat gak tuh? Sayangnya, yang 18 dari 20 itu co-pas! (Sobat begitu tidak?!) Selain itu, ngebutnya tidak cuma sampai di situ aja, seorang pada tahap ini memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi, dia sangat ingin mencoba segala hal, termasuk widget dan plugin. Dia mencoba untuk menguasai blognya, sebelum blognya menguasai dia (cieeee...). So, the adventure of browsing and searching are beginning. Google jadi tongkrongan pertama. Cari widget ini itu, plugin ini itu. Nah yang jadi masalah bukan nyarinya, tapi pas ketemu, semua dipake. Walhasil, semua jenis widget ada, dari popular post, widget related post yang bisa muter-muter tuh, recent postwidget chatting, gadget gamenya Google, widget free sms, gadget foto selebriti, widget foto pribadi, sampe widget jam yang segede jam mesjid pun ada, Semuanya dipasang (bahkan sampe desak-desakan karena tidak muat). "Wah, sip! Blog gue dah keren!".Walhasil, page-loading blognya berat banget.
Pada tahap ini, seorang blogger adalah pengamat yang jeli, mengamati blognya tiada henti. Dari atas ke bawah, dari bawah ke atas lagi. Excited banget lah!

Tahap 2. Seorang Pengamat Statistik Blog yang sangat Antusias
Seorang blogger pada tahap ini memiliki kesadaran dan keinginan tinggi untuk melihat seberapa banyak visitor dan pageview. Setiap 5 menit, dia akan selalu melihat stat counter atau visitor counter baik melalui widget maupun melalui fitur yang telah disediakan oleh situs platformnya. Dikit-dikit refresh, dikit-dikit refresh, meskipun ternyata belum bikin satu posting pun! Pernah pada suatu saat saya melonjak kegirangan, "Hore! Akhirnya telah ada 100 pengunjung yang mengunjungi blog gw!" Belakangan, saya baru nyadar kalo ternyata saya harus mengatur setting 'Don't track your own pageviews' pada statistik Blogger agar stats tidak ikut menghitung kunjungan si pemilik blog. So pasti, ternyata 100 pengunjung ataupun pageview itu ternyata adalah....... saya sendiri!
Ketika ada satu pengunjung atau pageview terlacak, motivasi terdorong lagi. Tetapi ketika tidak ada sama sekali, rasanya sangat frustrasi dan seolah-olah pengen bunuh diri. Inilah tahap yang berpengaruh, dimana seharusnya fokus utama adalah bagaimana membangun blog, membuat konsep (sesederhana apapun), dan mengisi dengan konten berkualitas, dengan penuh perhatian, serta tanpa memikirkan traffic pengunjung terlebih dahulu.

Tahap 3. Seorang yang Demam Making Money Online
Setelah mengetahui sedikit banyak tentang blogging (dan sebagian besar terbawa pada konsep monetisasi), si blogger mulai haus darah, eh....... maksudnya haus informasi tentang bagaimana cara making money online. Google kembali menjadi teman setia yang memberikan sumber informasi tentang bagaimana mendapatkan uang secara online yang banyak sekali jenisnya, mulai dari PPC, PTC, PPM, PPR, AAA, BBB, BBM, UKM, KB, TKW, PRT, KDRT, atau apapun itu. Segala jenis iklan mengenai itu dia lahap habis.
Kemudian dia mulai mengenal Google Adsense dan sangat terobsesi untuk mendapatkan. Jika cara ini tidak berhasil, maka dia akan mencari alternatif yang sejenis dan berbau "Adsense". Kemudian dia mulai membuang beberapa widgetnya dan memasang segala bentuk banner, strip ads, dan text link ads di seluruh bagian halaman blognya, header, post body, seluruh bagian sidebar, bahkan footer.  Bahkan beberapa iklan sangat mengundang dan merayu dengan "blink-blink"nya yang menawan, aduhaiiiii......
Kemudian sang blogger mulai frustrasi, karena setelah dua-tiga bulan, yang didapat cuma 1 dollar saja. Dia kemudian mendapat akal untuk membuat iklan yang agak memaksa, seperti 'Bantulah saya untuk sekedar beli kado buat pacar' (Hehe, ga gitu banget kali ya). Ada juga yang pake trik pop up window, yang baru nutup kalo diklik iklannya. Tapi kebanyakan bukannya tambah pendapatan, malah pengunjungnya makin berkurang.

Tahap 4. Seorang Pembelajar Tiada Akhir
Ini adalah tahap dimana antusiasme "sedikit" berkurang. Fokusnya bukan lagi pada menulis di blognya sendiri, tapi pada apa yang ditulis oleh orang lain. Hal ini berdampak bagus. Namun terkadang pula, dia sampai lupa menengok atau bahkan menulis di blog sendiri.
Dia mulai mencari-cari artikel tentang menulis blog, ide-ide menulis artikel blog, dan melihat-lihat killer post (artikel pembunuh, oops, maksudnya artikel yang menghasilkan traffic dan ketertarikan sangat tinggi) milik para narablog terkenal. Misalnya tentang "bagaimana menghasilkan jutaan rupiah dalam 1 hari", "cara menulis artikel yang disukai banyak orang tua maupun muda", dan lain sebagainya. Hingga akhirnya dia teringat kembali akan blognya dan dia ingin menulis. Tapi.....uaaaaahhhmmm, ternyata sudah jam 3 pagi. Besok sajalah. Good nite!

Tahap 5. Seorang Blogger yang "Bebas"
Ini adalah tahap dimana si blogger telah menyentuh sisi kedewasaan. Disebut demikian bukan karena blognya telah memiliki 100.000 pageview per hari, tetapi karena sang blogger tersebut telah memiliki kesadaran tinggi mengenai apa sebenarnya blogging itu.
Dia tahu apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan blognya, tahu dan memahami pentingnya konten yang berkualitas, tahu faktor apa saja untuk menjaga kualitas blognya, serta mengetahui hal-hal yang tidak perlu dilakukan, tidak berguna, dan memberikan dampak buruk (termasuk resiko jika dia co-pas artikel blog lain tanpa ijin).
Sang blogger kini memahami betul bahwa blogging bukanlah tentang membuatnya, melupakannya, dan menghasilkan uang baginya ketika dia tidur. Apa yang ada di benaknya adalah mengembangkan blog yang bernilai dan bermanfaat bagi orang lain, mengembangkan dan meningkatkan kepercayaan serta menjalin komunikasi dengan pembacanya, menjaga konsistensi dan motivasi diri agar tidak menurun, dan terus merasa nyaman dan betah dengan blognya tanpa mengkhawatirkan hal lain. Based on the experience, inilah yang justru dapat menghasilkan sesuatu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan juga jumlahnya.

Bagaimana dengan sobat? Share your stories here. : p


mencuri adalah pekerjaan pengecut! © buka-rahasia.blogspot.com

6 Tips Blog-ging yang Tidak WAJIB Dipatuhi dan Dipraktekkan

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

8 Film Yang Menginspirasi Dunia Pendidikan, Pengajar, dan Murid (Online Links)

Berikut ini 8 film yang bisa mengilhami, mengingatkan tentang pentingnya pekerjaan pendidik, dan membuat para pengajar bangga dan terinspirasi.


1. Stand and Deliver (1987) Film klasik yang menggambarkan pentingnya peran guru dalam masyarakat saat ini. Pesan yang dapat ditangkap adalah: bahwa seorang guru tidak pernah percaya bahwa siswa tidak dapat belajar. Edward James Olmos, dalam kisah nyata ini, berperan sebagai Jaime Escalante,  seorang guru yang  memiliki set view yang jauh lebih tinggi terhadap konsep pendidikan yang revolusioner, hingga usahanya mampu membuat muridnya  lulus ujian AP Calculus. Lihat saja filmnya untuk melihat sisi menarik lainnya.

Link Free Online Watch nya:

2. Dangerous Minds (1995) Film ini menceritakan tentang pengajaran Bahasa Inggris di suatu sekolah di sebuah kota yang keras, Michelle Pfeiffer berperan sebagai seorang guru bernama LouAnne Johnson, guru bahasa Inggris yang dapat meraih simpati siswa-siswanya, yang sebelumnya dicap sebagai the "unteachable" students, melalui perhatian dan pemahaman yang mendalam. Dangerous Minds tidak jatuh ke dalam sentimentalitas picisan, namun mengajarkan kita tentang pentingnya membuat pilihan kita sendiri dan tidak membiarkan keadaan menjadi raja yang terus menghantui masa depan kita. Kaitannya dengan bahasa inggris, Film ini banyak mengajarkan kepada saya bahwa mengajar bahasa bukan semata suatu pengajaran teknis, tetapi juga pengajaran rasa, karena bahasa adalah suatu alat komunikasi antar manusia yang indah dan tidak ada bandingannya. 

Link Free Online Watch-nya:

3. Lean on Me Morgan Freeman memainkan Joe Clark, Seorang Kepala sekolah yang memiliki tugas berat untuk membawa disiplin tinggi dan kemauan belajar pada para siswa Eastside High School di New York. Sementara kasusnya adalah ia tidak selalu sepemahaman dengan  para guru lain, dimana menurutnya akan sangat menyenangkan jika seorang Kepala Sekolah lebih menekankan pentingnya disiplin dan pembelajaran di sekolah . Film ini menunjukkan pentingnya memiliki kepemimpinan yang kuat dan tegas.

Link Video Online-nya:



 

4. Mr Holland's Opus Film ini sangat berkesan dan memberikan semua guru harapan dan pemikiran bahwa sesungguhnya mereka benar-benar berdampak pada siswa mereka. Richard Dreyfuss adalah adalah seorang musisi / komposer yang harus mengambil pekerjaan sebagai pengajar untuk mendukung ekonomi keluarganya.

 Link Online-nya:
 
5. Dead Poet's Society Robin Williams memberikan kinerja yang mengagumkan sebagai guru bahasa Inggris yang sama sekali tidak konvensional dalam sebuah sekolah swasta yang sangat konvensional (baca konservatif). Kasih sayang tulusnya dan inspirasi metode pengajarannya memiliki dampak yang besar pada murid-muridnya.Selanjutnya, Pembacaan puisi oleh Williams terkesan sangat menakjubkan.

Link Online-nya:

6.To Sir With Love Diproduksi pada tahun 1967, film ini bercerita tentang Sidney Poitier. Certa di dalamnya banyak memberi inspirasi buat kita  tentang bagaimana mengajar pada masa kini. Poitier mengambil posisi mengajar di sebuah sekolah di pinggiran London yang keras guna melunasi tagihan hutangnya yang menumpuk. Menyadari bahwa murid-muridnya perlu diajarkan pelajaran hidup yang lebih penting daripada kurikulum yang telah ada, dia melempar keluar semua rencana pembelajaran konvensional yang telah ia susun dan membuat pengaruh yang nyata dan luar biasa terhadap kehidupan pribadi para muridnya itu. Hmmm, Very inspiring!

Berikut link online:

7. The Miracle Worker
Noun1.miracle worker - a person who claims or is alleged to perform miracle (orang yang mengaku atau diduga mampu menghadirkan keajaiban)
Sebuah film yang cukup classic (1962) yang menceritakan tentang keajaiban dalam pengajaran. Anne Bancroft berperan sebagai Annie Sullivan yang menggunakan 'kasih keras' kepada Helen Keller, yang buta dan tuli, yang dimainkan oleh Patty Duke. Sangat sedikit orang dapat menonton adegan-adengan dalam film ini tanpa mengalami rasa kemenangan dan kelegaan. Film ini memberikan sebuah gambaran tentang pentingnya keteguhan hati. Baik Bancroft dan Duke memenangkan Academy Award untuk film ini.

Link Online-nya:
Belum ada, coba anda cari dulu, tapi kalo benar-benar tidak ada akan saya upload file offline-nya. (^^)


8. Renaissance Man Kinerja Danny DeVito sebagai guru dari 'Double-D's' sangatlah mengagumkan, guru yang humoris dan inspiratif . Apa yang tampaknya hanya sebagai sebuah komedi ringan, namun sebenarnya dibalik itu memiliki makna yang jauh lebih dalam. Karakter yang dibawa DeVito membuktikan bahwa William Shakespeare  memiliki banyak pemikiran, pelajaran, dan inovasi untuk mengajar siswa-siswanya. Renaissance Man pada akhirnya mengajarkan pelajaran hidup yang penting tentang tanggung jawab dan pembentukan karakter.
 
Link online:
ada beberapa part di youtube, ikuti aja dari part 1-nya: 

Itu film-film yang menurut saya patut diacungi jempol karena memberi inspirasi yang besar khususnya di dalam dunia pendidikan. Bagaimana menurut anda?

Perenungan Di Ambang Pergantian Rotasi Waktu











Tik....tik.....tik.....
Tik....tik.....tik.....
Tik....tik.....tik.....
Tik....tik.....tik.....

Selirih bunyinya, setajam rasanya
ketika melihat dentuman waktu terhela

Hey!
Detik, jam, hari, minggu, bulan, dan....tahun
Melintas bagai cahaya, berranjak di dalam lamun

Ini tahun hampir berlalu
Matahari segera kembali ke awal baru

Tengok ke belakang
Tawakah?
Lepaskan, lampiaskan
Tangiskah?
Sesalkan, isakkan

Tengok hari ini
Puaskah?
Banggakan, Teruskan
Kecewakah?
Lupakan, tinggalkan

Tengoklah ke depan!
Bulir-bulir embun baru berjatuhan
Kesegaran asa segera menjelang
Rencanakan, persiapkan!
Langkahkan, perjuangkan!

Sesungguhnya hidup adalah untuk berjalan melewati reruntuhan
Dan menulis kembali peta yang telah luntur serta berserakan
Selamat Tahun Baru, Kawan!!

Deja Vu: Mimpi Atau Kenyataan ya?

deja vu
Sepertinya kata deja vu sudah tidak begitu asing bagi telinga kita. Bahkan kita tidak jarang membicarakan fenomena ini dengan teman-teman kita. Suatu ketika, dalam suatu kesempatan, mungkin kita atau salah satu dari teman kita nyeletuk, "Eh, tau gak, rasanya kok aku kaya udah pernah ngalamin ini ya sebelumnya. Persis banget loh! Aku kaya udah pernah duduk persis di kursi ini, kamu di depanku,,dan kita juga lagi ngobrolin topik ini. Kok bisa ya?!" Pernahkah mengalami hal serupa?

Frase kata deja vu merupakan kata-kata bahasa Perancis, yg secara terminologis memiliki arti "pernah melihat". Secara umum kata ini diasosiasikan sebagai sebuah perasaan aneh (atau bisa dibilang mistis) bahwa seseorang pernah merasa berada dalam sebuah tempat & melakukan sesuatu yg sama sebelumnya.  Perasaan akrab serta mengenal betul suatu keadaan, tempat, atau kejadian ini muncul setelah seseorang mengalami keadaan yg sama persis di satu waktu tertentu. Orang tersebut kemudian merasa ada yg janggal karena seharusnya kejadian tersebut hanya dialami sekali ketika dia terlibat langsung secara fisik & secara nyata.

Pernahkah anda pergi ke suatu tempat baru lalu tiba-tiba merasa bahwa anda pernah ke tempat tersebut sebelumnya? Pernahkah anda ketika sedang berbicara suatu hal lalu tiba-tiba terlintas di pikiran anda bahwa anda merasa pernah membicarakan hal itu sebelumnya dalam suatu keadaan yang sama?

Fenomena ini bersifat visioner, yaitu penglihatan atas sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Mungkin banyak dari kita yg menganggapnya sebagai mimpi sekilas, sehingga kemudian kita melupakanya begitu saja. Lalu, ingatan itu kembali muncul setelah kita mengalami kejadian yg sama.

Beberapa ahli yg secara khusus meneliti subjek ini menyebutkan bahwa fenomena deja vu, yg  terjadi secara spontan dan tidak dapat ditebak kedatangannyai, adalah suatu pengalaman dari kehidupan di masa lalu. Perasaan bahwa anda pernah merasa berada di suatu tempat yang sama, meskipun secara fisik anda baru ke tempat itu untuk pertama kalinya, secara sederhana memberi pemikiran bahwa 'seseorang' memang PERNAH kesana sebelumnya.

Kejadian dalam ingatan tersebut bisa saja hal yg baru terjadi beberapa menit yang lalu, di masa kecil, atau di kehidupan-kehidupan sebelumnya.

Pernahkah sobat berkenalan dengan seseorang, lalu beberapa menit kemudian lupa namanya? Hal ini terjadi karena kita memang tidak benar-benar memberi perhatian penuh. Nah, secara logika fenomena de javu dilihat seperti hal tersebut, yaitu sesuatu yg tidak benar-benar diberi perhatian serta diselesaikan pada kehidupan yg lalu, kemudian muncul kembali sebagai suatu ingatan akan peristiwa yg sama.

Terlepas dari apakah kita percaya atau tidak dengan adanya kehidupan masa lalu, de javu adalah fenomena  nyata dalam kehidupan kita. Berarti, kita sebagai manusia sebenarnya memiliki suatu kemampuan yg sangat hebat. Deja vu kadang memang bisa dianggap sebagai hal tidak penting dan segera kita lupakan. Namun, bisa jadi, deja vu yg lain adalah suatu pertanda atau warning untuk kita agar kita bisa segera mengambil sikap dalam menghindarihal buruk yg akan terjadi di saat setelah kita mengalami keadaan yg sama.

Nah, bagaimana dengan sobat? Sudah siapkah mengeksplor dan berpetualang dengan deja vu?

Motivasi: Menyusun & Merangkai Langkah Masa Depan

Setiap pribadi adalah unik. Setiap pribadi adalah menarik. Bahkan ketika kita melihat diri kita sebagai jiwa yang lelah, masih ada celah pemantik: hati yang selalu bersenandung dalam perih yang menggigit.

Semua ada setapaknya, dengan liku yang tak berbatas, dengan lebar yang tak  terukur, dengan lubang yang tak terduga.
Namun pasti ada penunjuknya.

Jiwa yang lelah bukan berarti jiwa yang sakit. Hanya sekedar terhimpit. Oleh naluri menyerah dan meringkuk dalam sempit. Namun hati selalu mampu berkelit, meskipun dalam keadaan tersulit.

Yakinlah! Bahwa semua yang telah dilalui adalah fase penyempurnaan. Jiwa yang lelah adalah jalan menuju kesempurnaan, karena kelelahan adalah hasil dari usaha yang tak terkira untuk menjauhi ketidaksempurnaan.

Kawan, langkah kaki yang terseok bukanlah akhir. Mata yang berkunang bukanlah samir. Itu hanyalah cobaan sebutir.

Yakinlah! bahwa jiwa adalah kekal, dan bernaung mimpi adalah awal.
Bermimpi selalu membuat kita terjaga, akan cita yang senantiasa menyapa.
 Tak bermimpi berarti tak bernyawa. Hanya menghadang serbuan nasib tanpa daya.

Sedangkan gagal adalah anak tangga; dan gagal adalah indikator otomatis dari Tuhan bahwa kita semakin dekat dengan keberhasilan. Karena, kegagalan adalah penunjuk adanya usaha, dan ketidakgagalan adalah penunjuk miskinnya usaha.

Lihatlah, tangan mu masih terkepal! Bersiap untuk mendobrak ruang sesal.
Matamu masih berkilat cahaya! Berani untuk menantang tatapan luka.

Dan yakinlah........bahwa selalu ada jiwa yang menebar harum
                           selalu ada ruang yang membuatmu kagum
                           selalu ada pelajaran yang bisa terangkum
                           untuk membuatmu melangkah dalam senyum.....

Slo, Des 13 '10. Azmee.